Kembali menulis.

Halo, sudah lama ya saya tidak mengupdate blog ini. Mohon maaf sebelumnya. Entah kenapa rasanya saya merasa harus meminta maaf. Padahal blog ini tidak ada yang baca.

Alasan saya untuk tidak menulis di blog ini untuk waktu yang cukup lama tetap seperti alasan saya sebelumnya :

Saya selalu merasa kesulitan untuk menulis ketika sudah dihadapkan dengan new post page di blog saya. Atau bahkan di perangkat lunak pengolah kata lainnya.

Padahal akhir – akhir ini banyak sekali hal yang terlintas di pikiran saya ketika sedang melakukan kegiatan sehari – hari yang remeh itu. Pada akhirnya pikiran yang melintas itu cuman berbuah menjadi kicauan di akun twitter saya, jadi ya cuman lewat sekilas gitu. Memang tidak akan hilang, tapi saya rasa pikiran yang melintas itu bisa jadi sebuah tulisan yang lumayan panjang. Sayang sekali rasanya jika mereka hanya lewat sekilas begitu saja kemudian tertimbun dengan kicauan tidak bermakna saya tentang hobi – hobi saya.

Saya sedang berencana untuk kembali menulis dengan rutin di blog ini. Bisa jadi sebulan, seminggu, atau bahkan setiap hari. Meskipun tidak sulit untuk berkomitmen, tapi nampaknya agak sulit juga untuk menulis tiap hari ya. Sepertinya saya akan mencoba untuk menulis rutin setidaknya sekali dalam seminggu. Belum ada target panjang untuk tulisannya, namun saya akan berusaha untuk menulis sebanyak yang saya mampu per-minggu.

Untuk topik tulisan sendiri, mungkin akan berisi pikiran – pikiran yang lewat itu tadi. Bisa juga mengenai minat saya. Saya bahkan berpikir untuk menuliskan materi dari kelas matematika diskrit saya.

Loh kok soal matematika diskrit? Emangnya sampiyan guru matematika? Anak prodi matematika? Kok berani – beraninya nulis soal begituan?

Sungguh tidak ada maksud untuk menggurui atau apapun. Saya hanya berusaha untuk berdamai dengan subjek itu. Karena sejak menduduki bangku sekolah sampai sekarang kuliah, saya selalu menghadapi kesulitan ketika berusaha untuk memahami matematika. Kesulitan itu berubah menjadi ketakutan, karena merasa takut, saya yang masih belum bisa berpikir dengan dewasa itu memilih jalan keluar yang paling mudah dan paling menyesatkan : lari dari masalah.

Ya, saya lari. Kabur. Takut untuk menghadapi angka – angka itu. Pilihan itulah yang membuat saya pada akhirnya menjadi tertinggal di bidang itu dibanding dengan teman sekelas saya yang lain dulu. Itu soal dulu, tapi lain dengan sekarang. Saya sudah bisa berpikir dengan lebih baik dari dua atau tiga tahun lalu. Karena suka atau tidak, saya akan selalu bertemu dengan mereka dimanapun saya berada.

Maaf jadi curhat. Mungkin nanti akan ada postingan sendiri untuk membahas tentang hubungan saya dengan mata pelajaran yang satu itu.

Orang – orang bilang salah satu cara yang ampuh untuk belajar adalah dengan mengajar. Karena dengan mengajar, kita akan dibuat untuk belajar lebih baik lagi. Bagaimana bisa mengajar dengan baik jika tidak memahami materi dengan baik juga?

Saya tidak bermaksud untuk mengajarkan soal matematika a-la situs atau blog pembelajaran. Hanya menyampaikan kembali apa yang saya pelajari di kelas. Tanpa mengurangi atau menambahnya. Karena 75% materi yang saya peroleh hilang dalam jangka waktu 12 jam setelah terima di kelas. Hal itu tentu saja akan merepotkan nanti ketika sedang mempersiapkan ujian semester nanti. Ada baiknya saya mengambil tindakan pencegahan.

Singkat kata : Saya akan mencoba untuk menulis dengan rutin disini. Mohon dukungannya.

Schooldays

Sudah berapa lama blog ini terbengkalai? Sudah hampir 1 bulan nampaknya 😀

Ya, kembali lagi kehidupan nyata setelah terbuai untuk sekian lama di masa liburan. Seperti kehidupan nyata anak SMA lainnya. Hari – hari kembali diisi dengan mencekoki otak pas-pas-an ini dengan pelajaran yang tidak manusiawi dan berjibaku dengan tugas – tugas yang rasanya tidak pernah berhenti mampir untuk dihajar dikerjakan.
Suram amat lu 😮

Future

Yeah, as you seen in the title, this post will talks about future. In definition, Future is a time that will happen next, not from present time, or from the past. But for this post is about my future. It’s not about coming to a fortune teller and asking about what will happen in the future, it’s about planning. Yeah, planning. The oldies said that a good plan is already half of success. So I’ll tell you about what I will do, or planning to do in the future. You must be know, that I’m still a second-grader student in a Senior High School. And I’m in science class. But honestly, science doesn’t interest me. I prefer to geek-ing on my Laptop, or learn about language, especially English. And I think that I only excel on that two subjects. English, And Computer, especially programming What’s your plan anyway?