Hi. It’s been a while.

Hai. Akhirnya ngepost lagi setelah sekian lama.
Bukan, ini bukan post soal fanfic member girlband idol group yang tersohor itu.

Banyak yang terjadi dari tahun 2011 sampai 2013 awal ini. Gue ketemu banyak orang baru, hal baru, kebiasaan baru.

The last two years was fun. But now it’s time to move forward.

Awalnya gue nyaman dengan kehidupan gue yang sekarang. Tinggal di kosan, kuliah cuman tiga hari, ngerjain proyek rutin dari kampus 2 minggu sekali, dan nge-wota di akhir pekan.

Semuanya terasa begitu indah sampai suatu ketika emak ngabarin tentang sebuah program beasiswa ke Jepang, dan lebih mengejutkannya lagi, dia begitu yakin gue bisa tembus seleksi program beasiswa tersebut.

Gue sih oke – oke aja. “Why not give it a try?” pikir gue. Lagian juga, gue udah kuliah di tempat yang sekarang. Jadi nggak akan nangis nggerung – gerung kayak anak SMA yang baru lulus ketika tau bahwa dia tidak lolos seleksi, seleksi apapun itu.

Walaupun sempet gamang dan uring – uringan, akhirnya gue memutuskan untuk nyoba apply itu beasiswa.

Image
Semoga barokah.

Dan ya… berarti dengan ng-apply beasiswa itu, berarti gue juga harus siap dengan konsekuensi nya. Usaha dengan sungguh – sungguh. That means learning the material that tested in the selection process.

Googling sana – sini, akhirnya nemu gambaran gimana soal di test seleksi beasiswa nya. Yang diujikan cuman 2. Matematika sama Bahasa Inggris. Well.. I have confidence in my English skill, but math? I already dumped them away from my brain since the national examination result announcement.

dan ya… dari hasil googling,  jenis soal yang diujikan ternyata semacam soal matematika dasar. Lebih sulit sedikit dari soal UN, lebih mudah sedikit dari soal matematika dasar test SNMPTN tertulis. Damn.

Jadilah gue harus berusaha belajar mengingat ulang materi – materi yang dulu dipelajari pas SMA dulu. Thank god, gue dikasih emak yang seperti emak gue. Yang rela ngeluarin effort gede-gedean demi anak kampret nya ini. Jadilah gue belajar mengingat ulang bersama orang yang dicari-kan sama emak.

Selain effort yang barusan disebut, masih banyak effort lain yang udah dilakukan oleh emak demi kesuksesan gue nembus seleksi beasiswa tersebut. Tapi, cukup satu itu aja yang disebut disini 😀

Well, gue sebagai anak pastinya ngerasa “gak enak” dong ngeliat ortu udah grasak – grusuk sini, tapi tetep leyeh – leyeh seperti dulu. Akhirnya gue memutuskan untuk move on, dan bergerak dari “zona nyaman gue”.

Ah, iya. Satu hal lagi yang membuat gue ingin nyoba dan yakin bisa mendapatkan beasiswa ini, adalah materi menarik pas gue hadir ke acara kumpul para developer mobile se-Depok. Depok Mobi Meetup.

“Ketika seseorang meninggalkan zona nyamannya, dia akan menemukan sebuah tempat dimana magic atau hal yang dirasa tidak mungkin terjadi, terjadi.”

Kira - kira begini visualisasi nya
Kira – kira begini visualisasi nya

Nah, belajar tadi merupakan salah satu contoh dari “gerak perpindahan” dari zona nyaman. Belum lagi di tambah grasak – grusuk yang lain. Dan juga cukur. Itu juga salah satu contohnya. Padahal rambut gue udah gondrong indah pas beberapa minggu yang lalu, tapi akhirnya gue cukur karena harus terlihat rapih di foto yang terbaru dilampirkan. Gue juga pelan – pelan mulai menghentikan kebiasaan – kebiasaan buruk gue. Dengan harapan, itu akan membawa gue semakin jauh dari zona nyaman itu, dan semakin dekat ke tempat dimana keajaiban itu terjadi.

And yeah, semoga juga semua good deed yang telah gue lakukan di masa lalu turut berperan dalam mem-barokah-kan usaha gue kali ini.

Last but not least, ada satu hal lagi yang gue pengen tulis kali ini.
Didalam kultur para maniak wota yang ada di tempat gue tinggal, ada semacam sebuah kebiasaan. Jikalau ingin diperhatikan oshimennya, bernazarlah. Sudah cukup banyak kelakuan konyol yang terjadi karena nazar – nazar para maniak wota disini. 

So yeah, biar sesuai dengan kultur yang ada, gue juga mau bikin list nazar gue. Kalau gue keterima seleksi beasiswa tahun ini.

MY DUMB NAZAR LIST :

  1.  Foto dengan setelan lengkap para wota di depan gedung Don-Q, Akihabara.
  2. Nyalamin tiap oshimen temen – temen gue yang disini, dengan cara titip salam yang biasa dilakukan pas hi touch seusai show teater.
  3. Ikut ngebantuin temen – temen wots yang pengen beli wots stuff dari Jepang, dan juga barang – barang lainnya.
  4. Rajin nulis di blog ini soal kehidupan disana
  5. Mencoba untuk melakukan studi banding antar kultur wota sana dan wota sini
  6. Jadi guide, dan ngebantuin teman – teman wota sana yang sedang berkunjung ke Jepang. (kalau keadaan memungkinkan)
  7. To be added later

Biar makin yahud, gue juga masang beginian di kamer kosan gue :

Hiii maniak

Cantik yah. Sayang udah ada yang punya.

Advertisements

2 thoughts on “Hi. It’s been a while.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s