Mengenal Heroes of The Storm bagian 1 : Heroes and Class

Teman – teman yang sudah biasa berlalu – lalang di alam internet pasti sudah tidak asik dengan istilah “MOBA”. “MOBA” adalah singkatan dari “Multiplayer Online Battle Arena”, jenis game yang sedang naik popularitasnya akhir – akhir ini. Sebut saja Dota2 atau LOL yang sudah tidak asing di telinga para gamer masa kini.

Blizzard Entertainment, perusahan game yang membuat World of Warcraft, Hearthstone, Diablo, dan Starcraft juga turut meramaikan genre yang sedang naik ini dengan game buatannya ; Heroes of The Storm.

Pada awalnya Heroes of The Storm adalah sebuah map custom untuk Starcraft II. Namun pada pengembangannya dirasa bahwa game ini harus menjadi sebuah game yang standalone sehingga dipisahkanlah dia menjadi sebuah game sendiri.

Heroes of The Storm sendiri pada konsep dasarnya tidak berbeda dengan moba lainnya. Masing – masing team memiliki core di base masing – masing. Game akan berakhir ketika core dihancurkan. Team yang menghancurkan core lawan yang akan jadi pemenangnya.

Untuk pilihan heroes yang tersedia, sampai saat ini HoTS memiliki 31 hero yang tersedia untuk dipakai bersenang – senang di nexus. Di sini, hero dibagi menjadi tiga class yang memiliki peran berbeda.

  1. Warrior
    Memiliki banyak alat untuk mengatur alurnya pertarungan tim dan HP yang tebal, Warrior menjadi hero yang selalu ada di barisan terdepan di tiap teamfight. Tugasnya mirip – mirip dengan tank pada game mmorpg kebanyakan. Yaitu meredam damage yang datang dari tim lawan. Kalau bahasa warnetnya, TB lah. Kadang juga dia jalan sendiri di hutan untuk merekrut merc buat tim. Apa itu merc? nanti ada bagiannya sendiri.
  2. Assassin
    Class pilihan sejuta umat, selalu menjadi sorotan dan incaran tim lawan. Bisa juga disebut carry, tukang gebug, kerupuk, dll. Dalam
    suatu tim, biasanya Assassin-lah yang menjadi “pembunuh” utama. Memberikan damage yang besar dalam tiap teamfight, namun bisa juga menerima damage yang besar kalau tidak berhati – hati. Beberapa hero seperti Zeratul atau Nova memiliki kemampuan pasif yang dapat membuat mereka lebih sulit dideteksi oleh lawan. Namanya cloaking. Mirip – mirip dengan kemampuan stealth yang biasa ada pada game lainnya.
  3. Support
    Ini adalah class favorit gue. Tugas mereka sangat mulia, yaitu menjaga rekan satu tim mereka agar bisa tetap bertahan hidup dalam teamfights. Kebanyakan ability utama mereka berbasis mengembalikan HP yang hilang. Namun ada juga yang bisa memasang barrier kepada rekan satu tim untuk mengurangi damage yang diterima. Walaupun terlihat sebagai class yang sepele, namun kehadiran satu support pada sebuah teamfight dapat berpengaruh sekali dengan hasil dari itu sendiri,
  4. Specialist
    Kalau class yang ini memiliki tugas yang khusus. Biasanya merekalah yang bertanggung jawab atas kesuksesan satu tim dalam memberi tekanan pada lane buat tim lawan. Mereka juga biasanya memiliki toolkit yang sangat berguna untuk memberikan daya gedor ekstra ke structure lawan seperti gate, tower, dan keep.

Sampai sini dulu artikel perkenalan dengan Heroes of The Storm bagian pertama. Pada bagian selanjutnya nanti akan dibahas mengenai sistem battleground 😀

btw game ini masih dalam tahap techincal Alpha test, jadi hanya player yang sudah mendapat undanganlah yang bisa bermain. Kalau mau coba peruntungan bisa coba main kesini. Kalau saya sih sudah dapat dari 3 bulan yang lalu 😛

Dah ah saya mau balik main HoTS lagi. Sampai jumpa pada artikel bagian berikutnya!

Advertisements

Balikan dengan Windows Metro App

Setelah hampir 1,5 tahun menggunakan Windows 8 ( dan juga Windows 8.1 akhir – akhir ini), saya mencoba memakai metro app dengan lebih serius lagi.

Keinginan ini kembali muncul ketika tidak sengaja kepencet win app store dari start menu, dan terlihat ada VLC player di aplikasi yang direkomendasikan untuk saya. Walupun saya sekarang lebih sering menggunakan windows media player classic (yang sudah pakai codec tambahan), dulu saya pernah punya kisah kasih yang cukup manis bersama VLC. Setelah mencoba versi metro dari VLC, saya jadi tertarik untuk mencoba menggunakan metro app yang lain.

Karena memang salah satu feature yang paling dibanggakan di Windows 8.x adalah metro app ini, juga yang membedakan dengan versi windows lainnya. Karena metro app memiliki karakteristik yang khas, yaitu bisa digunakan split screen bersama app yang lainnya baik normal maupun metro app, nampaknya akan (sedikit) mempermudah hidup saya karena saya doyan multitasking.

Jadi..

Berikan saya kesempatan lagi, windows metro app. Aku berjanji tidak akan meningalkanmu kali ini.

Aljabar Boolean Part 1 : Teorema dasar, De Morgan, dan penyederhanaan bentuk.

Pada minggu ini saya akan membahas materi yang dibahas pada pertemuan kelas matematika diskrit minggu kemarin, yaitu aljabar boolean.

“Aljabar Boolean dapat didefinisikan secara abstrak dalam beberapa cara. Cara
yang paling umum adalah dengan menspesifikasikan unsur – unsur pembentuknya
dan operasi – operasi yang menyertainya” – Lipschutz, Seymour & Marc Lars Lipson,  ‘2000 Solved Problems in Discrete Mathematics’, McGraw-Hill, 1992.

Biasanya, pada aljabar boolean nilai dari variabel adalah true dan false

Ada tiga fungsi yang dipakai dalam aljabar boolean, yaitu AND, OR, dan NOT. Kalau misalnya pernah bermain – main dengan bahasa pemrograman pasti sudah tidak asing dengan fungsi yang disebut tadi.
Misalnya ada contoh :

Pada aljabar boolean, fungsi “AND” berubah menjadi operasi kali yang biasa disimbolkan dengan ” . “.
Berarti, sama seperti pada bahasa pemrograman, akan bernilai benar jika kedua variabel bernilai  benar juga

1. 0 . 0 = 0
2. 0 . 1 = 0
3. 1 . 0 = 0
4. 1 . 1 = 1

fungsi “OR” berubah menjadi operasi kali yang biasa disimbolkan dengan ” + “.
Begitu juga dengan “OR”, akan bernilai benar jika salah satu variabel bernilai benar.

1. 0 + 0 = 0
2. 0 + 1 = 1
3. 1 + 0 = 1
4. 1 + 1 = 1

fungsi “NOT” dinotasikan dengan lambang aksen, ” ‘ “.
Karena diturunkan dari “NOT”, maka nilai dari variabel tersebut akan menjadi kebalikan dari nilai variabel itu sendiri.

1. 0′ = 1
2. 1′ = 0
3. a’ = a
4. (a’)’ = a

Postulat Aljabar Boolean :

  1. Hukum Komutatif
    a + b = b + a
    a . b = b . a
  2. Hukum Distributif
    a( b + c) = ab + ac
    a + bc = ( a + b) . ( a + c)
  3. Hukum Asosiatif
    ( a + b ) + c = a + ( b + c)
    (a . b) c =  a ( b. c)
  4. Hukum Redundansi
    a + ab = a
    a . (a + b) = a
  5. Hukum Negasi
    a’ = a’
    (a’)’ = a
  6. Hukum Identitas
    a + a = a
    a + 0 = a
    a . a = a
    a · 1 = a

Misal :

a’ + a = 1 -> berarti a’ atau a, berarti nilanya benar / “1”
a’ . a = 0  – > berarti a’ dan a, karena ada satu yang bernotasi ” ‘ ” yang artinya not, berarti salah satu dari variabel benilai false / 0 maka hasil dari operasi adalah 0 / false.

Teorema De Morgan :
( a + b)’ = a’ + b’

Dengan berbekal teorema De Morgan dan postulat aljabar boolean, kita dapat menyederhanakan ekspresi, persamaan logika, dan persamaan boolean. Dari sinilah dasar untuk menyederhanakan rangkaian logika didapat.

Contoh  soal :

f (x,y) = x’y’ + xy’ + xy
= y’ (x’ + x) + xy
= y’  + xy

Sederhanakan A . (A . B + C)

a . (a . b + c) = a . a . b + a . c (Hukum asosiatif)
= A . B + A . C(Hukum Redundansi)
= A . (B + C) (Hukum Asosiatif)

Kira – kira cukup sampai disini dulu untuk postingan bagian pertama dari kelas Aljabar Boolean. Pada post minggu depan akan dibahas mengenai membuktikan teorema dengan tabel kebenaran, cara menggambar rangkaian logika, beserta contoh soal yang lebih banyak mengenai kedua bagian bahasan.

Sampai jumpa di postingan matematika selanjutnya!

Kembali menulis.

Halo, sudah lama ya saya tidak mengupdate blog ini. Mohon maaf sebelumnya. Entah kenapa rasanya saya merasa harus meminta maaf. Padahal blog ini tidak ada yang baca.

Alasan saya untuk tidak menulis di blog ini untuk waktu yang cukup lama tetap seperti alasan saya sebelumnya :

Saya selalu merasa kesulitan untuk menulis ketika sudah dihadapkan dengan new post page di blog saya. Atau bahkan di perangkat lunak pengolah kata lainnya.

Padahal akhir – akhir ini banyak sekali hal yang terlintas di pikiran saya ketika sedang melakukan kegiatan sehari – hari yang remeh itu. Pada akhirnya pikiran yang melintas itu cuman berbuah menjadi kicauan di akun twitter saya, jadi ya cuman lewat sekilas gitu. Memang tidak akan hilang, tapi saya rasa pikiran yang melintas itu bisa jadi sebuah tulisan yang lumayan panjang. Sayang sekali rasanya jika mereka hanya lewat sekilas begitu saja kemudian tertimbun dengan kicauan tidak bermakna saya tentang hobi – hobi saya.

Saya sedang berencana untuk kembali menulis dengan rutin di blog ini. Bisa jadi sebulan, seminggu, atau bahkan setiap hari. Meskipun tidak sulit untuk berkomitmen, tapi nampaknya agak sulit juga untuk menulis tiap hari ya. Sepertinya saya akan mencoba untuk menulis rutin setidaknya sekali dalam seminggu. Belum ada target panjang untuk tulisannya, namun saya akan berusaha untuk menulis sebanyak yang saya mampu per-minggu.

Untuk topik tulisan sendiri, mungkin akan berisi pikiran – pikiran yang lewat itu tadi. Bisa juga mengenai minat saya. Saya bahkan berpikir untuk menuliskan materi dari kelas matematika diskrit saya.

Loh kok soal matematika diskrit? Emangnya sampiyan guru matematika? Anak prodi matematika? Kok berani – beraninya nulis soal begituan?

Sungguh tidak ada maksud untuk menggurui atau apapun. Saya hanya berusaha untuk berdamai dengan subjek itu. Karena sejak menduduki bangku sekolah sampai sekarang kuliah, saya selalu menghadapi kesulitan ketika berusaha untuk memahami matematika. Kesulitan itu berubah menjadi ketakutan, karena merasa takut, saya yang masih belum bisa berpikir dengan dewasa itu memilih jalan keluar yang paling mudah dan paling menyesatkan : lari dari masalah.

Ya, saya lari. Kabur. Takut untuk menghadapi angka – angka itu. Pilihan itulah yang membuat saya pada akhirnya menjadi tertinggal di bidang itu dibanding dengan teman sekelas saya yang lain dulu. Itu soal dulu, tapi lain dengan sekarang. Saya sudah bisa berpikir dengan lebih baik dari dua atau tiga tahun lalu. Karena suka atau tidak, saya akan selalu bertemu dengan mereka dimanapun saya berada.

Maaf jadi curhat. Mungkin nanti akan ada postingan sendiri untuk membahas tentang hubungan saya dengan mata pelajaran yang satu itu.

Orang – orang bilang salah satu cara yang ampuh untuk belajar adalah dengan mengajar. Karena dengan mengajar, kita akan dibuat untuk belajar lebih baik lagi. Bagaimana bisa mengajar dengan baik jika tidak memahami materi dengan baik juga?

Saya tidak bermaksud untuk mengajarkan soal matematika a-la situs atau blog pembelajaran. Hanya menyampaikan kembali apa yang saya pelajari di kelas. Tanpa mengurangi atau menambahnya. Karena 75% materi yang saya peroleh hilang dalam jangka waktu 12 jam setelah terima di kelas. Hal itu tentu saja akan merepotkan nanti ketika sedang mempersiapkan ujian semester nanti. Ada baiknya saya mengambil tindakan pencegahan.

Singkat kata : Saya akan mencoba untuk menulis dengan rutin disini. Mohon dukungannya.

JKT48’s Team J Dareka no Tame ni : first experience

Posternya.
             Posternya.

Kalo misalnya kalian nanya “Kenapa judulnya pake bahasa inggris?”, karena gue bingung mau ngasih judul tulisan ini dalam bahasa indonesia. Jadilah gue bikin kayak gini. Lebih simpel pula.

Singkatnya, Team J dari JKT48 menampilkan selist baru, judulnya “Dareka no tame ni”, atau “Demi seseorang” kalo diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Setlist ini sebelumya pernah dibawain sama Team A-nya AKB yang lama, dan juga sama Team N-nya NMB.

Gue sempet lihat kayak gimana selistnya dari aplot-an orang di yutub, maupun dari LOD di leptop temen. Kesimpulan awal gue : gak begitu suka sama setlist ini.

Diumumin shonichi dari setlist baru ini jatuh pada tanggal 18 Januari 2014. Gue udah apply tiketnya, tapi gak dapet. Yaudahlah. Gue juga gak mau maksa buat WL untuk nonton shonichi kali ini. Selain males ngantri lama – lama, cuaca juga lagi gak bersahabat. Jadilah gue gak berangkat tanggal itu. Cuman nontonin tweetdeck pas shownya jalan. Entah kenapa, hype-nya gak begitu berasa. Mungkin karena banyak fans yang gak bisa hadir karena hujan ya.

Sukurnya, gue dapet email verifikasi buat show siang. Jadilah tadi siang gue berangkat, lebih awal pula. Antisipasi cuaca yang lagi nyebelin akhir – akhir ini. Tuker tiket, kebagian nomer 3. Gak ngarep muluk – muluk sih. Bisa nonton aja gue udah bersyukur banget.

hehehehe
                             hehehehe

Setelah nuker tiket dan ngalor – ngider tanpa tujuan di fx sembari menunggu waktu bingo, gue kembali ke depan teater jam setengah 12. Antrian Bingo untuk masuk teater sudah ramai. Gak sengaja ketemu sama Joph. Ngobrol haha – hihi sebentar, dan akhirnya tiba giliran buat pemegang tiket warna biru untuk ikutan bingo. Ternyata nomer gue dipanggil pertama kali. Must be my lucky day.

Males baca cerita gue ya? yaudah. Langsung ke inti ceritanya aja deh.

Dareka no Tame oleh Team J 19 Januari 2014 di-kageana-i oleh sang wajah JKT48. Mbak Melody, tak lama setelah itu pertunjukan pun dimulai.

Group song 1 : Tsukimisou – Warning – Tanjoubi no yoru

– Tsukimisou : Waktu pertama kali gue lihat tsukimisou di LOD N1, kesan pertama gue adalah “Anjir, ini lagu jepang banget!”. Gue penasaran kayak gimana kalo dibawain JKT. Ternyata, gak seaneh yang gue kira. Cuman crowd-nya gak rame aja pas lagi pada teriak “Yossha!”. Mungkin karena belum biasa aja kali ya.

– Warning : Jujur, pas gue denger lagu ini pertama kali gue malah gak suka. Intro-nya berasa aneh di kuping gue. Pendapat gue berubah pas lihat lagu ini tadi. Mungkin gue emang lebih suka citarasa nusantara kali ya.

– Tanjoubi no yoru : Lagu ulang tahun yang biasa disetel sama kalo ada perayaan ulang tahun member di teater AKB48 sebelum Namida Surprise hadir. Gue lebih prefer yang ini, entah kenapa yang gue rasa vibe-nya lagu ini 46-48 sama nagai hikari. Walaupun beda tipenya ya.

Soal MC gue bahas belakangan aja ya. Biar nyatu sama MC yang lain di bagian akhir post ini.

Unit song : Bird – Nage kissu de uchi otose – Shinkirou – Rider

– Bird (Melody, Kinal, Cindy) : Lagunya member abadi AKB48, Takahashi Minami aka Takamina. Entah kenapa gue ketawa tiap kali denger reff lagu ini. Btw kostumnya Melody mirip kebaya disini, properti sayap yang nempel di kostum masing – masing member juga ada yang beberapa bulunya jatuh :))

– Nage kissu de uchi otose (Nabilah, Ayana, Jeje, Shania, Beby, Sonia) : Seperti yang diduga sebelumnya, center lagu ini Nabilah. Gak banyak yang bisa gue komentarin. Tapi lagu ini bikin gue kepingin belajar buat furicopy gerakan reff-nya. Berasa seru aja gitu

– Shinkirou (Ve, Haruka) : Lagunya yang-ber-sangkutan, Jessica Veranda. Sama Nakagawa Haruka juga sih. Kostumnya cantik. Lighting teater berasa banget potensi maksimalnya di lagu ini. Gue cuman bisa bengong terpana ngeliat penampilan yang-ber-sangkutan disini.

– Rider (Ghaida, Dhike, Sendy, Delima, : Unit song terakhir di setlist ini. Gue rasa gak perlu lagi gue jelasin cerita dibalik lagu ini. Gara – gara Japra, gue jadi kepingin nangis di lagu ini. Ekspresi Ghaida bagus banget disini. Menghayati banget.

(lagu gak tau apaan) Seifuku ga jama wo suru (selected members, gue lupa siapa) : Lagu ditengarai bakalan bikin heboh di setlist ini. Ternyata tadi gak separah yang gue kira. Gue malah ketawa dengernya. Tadi juga iseng ngitung berapa kali member nyebut “Ahh” di lagu ini. 14 kali.

Group song 2 : Natsu ga ichatta – Adyth – Tsuki no katachi

Favorit gue di group song 2 ini jatuh ke lagu “Adyth”, btw di versi jepangnya lagu ini judulnya “Koike”. Dua – duanya itu nama laki – laki. Gak banget kan kalo pake nama jepang di lirik yang diterjemahkan buat JKT, jadilah diganti jadi judul yang ini. Di lagu ini juga ada monolog, di JKT yang bawain yang-ber-sangkutan (((HEHEHEHE))). Gue gak bisa berhenti ketawa denger monolognya tadi :))

– Dareka no tameni : Lagu terakhir (sebelum encore) dan judul dari setlist ini. Salah satu lagu terbaiknya 48 group. Untungnya, terjemahan lagu ini tidak mengecewakan. Bagus. Kostumnya lebih bagus dari versi aslinya menurut gue.

Encore : Medley – Namida Uri no shoujo

– Medley (Aitakatta – Kimi no koto ga suki dakara – Baby! Baby! Baby! –  Ponytail to shushu) : Medley dari lagu wajib di era JKT48 masih sering tampil di parkiran mall buat acara musik saluran TV swasta. Brings back all the memories. Gue malah senang empat lagu tadi dipilih untuk mengisi medley setlist ini.

– Namida Uri no shoujo : Lagu ini nuansanya kelam. Asli. Kayaknya ini lagu “serius” habis encore-nya setlist ini. Gue sama sekali gak bisa nangkep lirik pas bagian yang pada ngerap. Kuping gue aja kali ya.

MC(s) : Satu kata : PECAH!
Ini salah satu yang paling gue suka dari show-nya team J. Selalu bisa bikin gue ketawa ngedengernya. Jeje tetap jadi juaranya kalo untuk urusan yang satu ini. Jeje-Haruka konbi benar – benar menghidupkan suasana di tiap MC-nya team J, dan MC show kali ini adalah salah satu yang terbaik gue rasa. Sumpah. Lawak banget :))))

Jadi cukup segitu aja pengalaman gue nonton setlist baru-nya Team J. Gue suka banget sama setlist ini. Pendapat gue langsung berubah 180 derajat setelah melihat penampilannya langsung. Terjemahan liriknya juga bagus. Semoga gue bisa sering – sering nonton pertunjukkan setlist yang satu ini.

((((AMIIIIIIIIIIN))))

Panduan langkah demi langkah untuk membeli tiket “Perkenalkan, nama kami JKT48” secara online.

So this is it. Konser pertama (beneran) nya JKT48. Grup idola kesayangan kita semua. Tulisan ini dibuat untuk membantu teman – teman yang (mungkin) kebingungan dengan sistem ticketing online milik Java Festival Production yang sangat berbeda dengan sistem ticketing teater nya JKT48 yang tinggal daftar -> klik -> nunggu email dateng -> beres.

Tanpa panjang lebar, inilah panduannya :

Pertama – tama, liat dulu tata cara pembelian dan syarat kententuannya ya. Baca baik – baik, kalo udah liat baru lanjut ke pembeliannya, disini.

Nah, nanti ada form pemesanan yang harus diisi. Isi sebaik – baiknya dan dengan teliti, jangan sampai ada yang salah. Untuk menghindari keribetan di hari H. Gak enak kan udah napsu – napsu pengen nonton, eh gak jadi karena ada kesalahan di soal beginian.

Image
Ini form nya. Ngisi nya jangan nyontek ya.

Setelah itu, nanti akan ada satu halaman web, rada lupa juga isinya apa, gak sempet ke SS juga. Kalo gak salah ada klik setuju – gak setuju nya gitu. Kalo udah, nanti akan begini tampilannya :

Image
Iya, gue mesen tribun tengah. Ada woti yang mau bareng sama gue? :3

Selesai dari situ, cek inbox email yang tadi ditulis di form pembeliannya. Cek apakah ada email receipt dari ticketing[at]javaticketonline[dot]com. Isinya kurang lebih seperti ini :

Image
Kalau nggak ada di inbox nya, coba cek spam box nya. Kadang suka nyasar kesitu soalnya.

Nah, tinggal transfer deh ke rekening yang ada di receipt barusan. Kalo udah transfer, nanti akan ada email lagi dari ticketing[at]javaticketonline[dot]com. Gak langsung dateng pas kita selesai nransfer. Rada lama sih kalo gue. Deg – degan nya mirip – mirip kayak pas nungguin email verifikasi tiket teater. #ciegitu

Emailnya kayak gini entar :

Image

Scroll kebawah dikit, nanti ada yang kayak begini. Di-klik, ya.

Hayoo klik disini yaa
Hayoo klik disini yaa

Kalau sudah, nanti dia akan buka page baru yang kayak begini tampilannya :

Nah.
Nah.

Isi deh sesuai sama yang diminta. Sekarang cek inbox email lagi. Seharusnya email yang berisi kode verifikasinya masuk. Kayak begini :

Waini!
Waini!

Tinggal kopas deh ke form yang barusan. Gapapa juga sih kalo lu lebih prefer nulis manual kode nya sendiri. Kalau sudah, klik lanjut di page sebelumnya.

Gak yakin pada bener - bener baca ini...
Gak yakin pada bener – bener baca ini…

Klik dulu checkbox yang ada, kalau mau baca dulu tulisannya diatas juga gak apa – apa. Setelah itu, klik lanjut [lagi]. Nah, nanti nongol deh e-ticket nya. Tinggal di print.

Horeee!
Horeee!

Gue gak nyaranin buat nge-printscreen manual ya. Ada cara yang jauh lebih pintar daripada itu. Ini ditulis buat chrome sih. Tapi logika nya mirip – mirip buat browser lain juga kok.

Klik kanan di halamannya, nanti muncul context menu kayak gini :

Aha! Solusi lebih pintar!
Aha! Solusi lebih pintar!

Klik print, nanti muncul beginian… 7Klik change -> terus pilih save as PDF. Klik save deh. Nanti muncul dialog box mau di save di mana, terus simpan deh file pdf nya. Kalau mau diprint, tinggal buka file nya dengan peramban pdf kesayangan masing – masing, terus print deh. Jadilah ticket buat nonton konser grup idola kesayangan nanti /o/

Yaa jadi begitulah panduan langkah – demi langkah dari gue untuk mesen tiket konser “Perkenalkan, nama kami JKT48” 3 – 4 Juli nanti. Semoga barokah, dan bisa membantu temen – temen yang masih kebingungan dengan prosedur ticketing online. Guide barusan sudah ditulis dengan ringkas dan se-jelas – jelasnya. Mudah – mudahan pada ngerti dan gak kebingungan lagi. Kalau masih bingung, dan masih nanyain hal yang jelas – jelas udah ada di bagian atas postingannya, mending pentung diri lo sendiri aja. Masa udah jelas begitu masih nanya juga.

Ada artikel bagus juga nih dari @jkt48stuff, coba dibaca deh. Biar kita enak gitu nikmatin konser nya. hhe.

Last but not least, akhirnya JKT48 punya konser (yang mudah mudahan) beneran sendiri. Gue pribadi sangat berharap kalau konser nanti bakalan selevel sama sistergroup nya yang di Jepang sana. Bukan tidak mungkin, kalau konser kali ini sukses, nantinya akan diadakan konser yang lebih besar lagi. Mari kita wujudkan mimpi besar itu bersama – sama. Semoga konser nanti aman, sukses, dan diberkahi Dewi Maeda.

[15/6/2013-Show Malam] JKT48 Tim J – Aturan Anti Cinta. Sebuah review sok – sokan.

Yak. Jadi setelah dua bulan ndak nonton show teater nya tim J, gue nonton show mereka.

Sebenernya rada gak niat juga sih buat nonton show hari ini. Tapi karena gue diajak sama seorang teman dekat, yaudah nyoba apply aja. Gak begitu ngarep. Tanggal 11, email verfikasi kemenangan tiket masuk. Ternyata masih lumayan barokah id OFC gue. Dipastikan nonton lah tanggal 15 ini.

Nuker tiker diawal, dapet bingo nomer 3. Masuk undian bingo, ramai seperti biasanya. Bad luck di undian bingo, seperti biasa juga.
Karena nomer gue dipanggil di akhir – akhir, yaudah pasrah berdiri aja di belakang.

Delima berperan jadi shadow announcer/kageana pada show malam ini. Continue reading